Logo Bloomberg Technoz

"Pakistan sangat senang karena baik Iran maupun AS telah menyatakan kepercayaan mereka kepada Pakistan untuk memfasilitasi dialog ini," ujar Dar dalam pengarahan yang disiarkan televisi, Minggu (29/3).

Ia menambahkan, "Pakistan merasa terhormat untuk menjamu dan memfasilitasi pembicaraan yang bermakna antara kedua pihak dalam beberapa hari ke depan demi penyelesaian konflik secara menyeluruh."

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, melalui unggahan di media sosial X menyatakan dukungannya. "China memuji dan mendukung upaya mediasi Pakistan untuk deeskalasi, serta siap meningkatkan komunikasi dan koordinasi dengan Pakistan dan pihak lain untuk bersama-sama mengupayakan gencatan senjata dan perdamaian di kawasan," tulisnya.

Namun, upaya damai ini dibayangi oleh sinyal kontradiktif dari Washington. Donald Trump mengklaim bahwa AS sudah melakukan negosiasi—baik secara langsung maupun melalui mediator—dengan Iran. Di saat yang sama, ia juga melontarkan wacana untuk memperluas kampanye militer. Sementara itu, pihak Iran secara konsisten membantah adanya pembicaraan dengan AS.

Bagi Pakistan, resolusi konflik ini sangat krusial. Selain memiliki pakta pertahanan bersama dengan Arab Saudi—yang sempat menjadi sasaran serangan Iran—Islamabad berupaya keras menemukan jalan keluar guna menghindari risiko terseret lebih jauh ke dalam pusaran konflik bersenjata tersebut.

(bbn)

No more pages