Logo Bloomberg Technoz

RI Kutuk Serangan Israel di Lebanon, 2 Lagi Prajurit TNI Gugur

Redaksi
31 March 2026 13:55

Bendera Lebanon. (Fotografer: Wael Ladki/Bloomberg News)
Bendera Lebanon. (Fotografer: Wael Ladki/Bloomberg News)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pemerintah Indonesia mengutuk keras serangan kedua yang terjadi secara beruntun di dekat Bani Haiyyan, Lebanon selatan, pada 30 Maret 2026, yang menimpa personel penjaga perdamaian Indonesia yang bertugas di bawah misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

Melalui pernyataan resmi yang disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) melalui akun X pada Selasa (31/3), pemerintah menyebut serangan tersebut mengakibatkan gugurnya dua personel tambahan dan melukai dua lainnya.

"Terulangnya serangan keji terhadap peacekeepers Indonesia dalam waktu yang singkat merupakan tindakan yang sama sekali tidak dapat diterima," ungkap Kemlu.


Indonesia menegaskan bahwa serangan tersebut tidak dapat dipandang sebagai kejadian terpisah, melainkan mencerminkan memburuknya situasi keamanan di Lebanon selatan. Kondisi tersebut dipicu oleh operasi militer Israel yang terus berlangsung dan telah menempatkan pasukan penjaga kedamaian dari PBB dalam risiko yang sangat serius.

"Indonesia terus mengutuk keras serangan Israel di Lebanon selatan, yang secara signifikan meningkatkan risiko yang dihadapi oleh peacekeepers PBB serta melemahkan pelaksanaan mandat UNIFIL sebagaimana diatur dalam Resolusi Dewan Keamanan 1701 (2006)," lanjutnya.