Rupiah Spot Makin Tertekan, Defensif di Level Rp16.990-an/US$
Tim Riset Bloomberg Technoz
31 March 2026 15:26

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di pasar spot bergerak defensif sejak pagi melawan biar pelemahan akibat tekanan eksternal seiring perang AS-Israel terhadap Iran memasuki bulan kedua.
Sementara rupiah di pasar offshore sudah bertengger di level Rp17.015/US$, rupiah spot sore ini masih ditutup stagnan dengan bias melemah di level Rp16.995/US$ setelah tadi sempat berada di level Rp16.998/US$ pada sesi perdagangan siang hari.
Indeks dolar AS bertahan tinggi di level 100,45 serta harga minyak mentah masih membubung tinggi di atas US$100 per barel.
Para analis mengatakan jika perang makin meluas hingga ke Laut Merah dengan masuknya kelompok Houthi dalam eksalasi perang ini, harga minyak bisa naik lebih tinggi lagi mencapai US$140 per barel.
Kondisi ini menambah beban bagi pergerakan mata uang di kawasan Asia. Won Korea Selatan melemah paling dalam, disusul ringgit Malaysia, baht Thailand, peso Filipina, dolar Hong Kong, lalu rupiah Indonesia. Sebaliknya, hanya yuan, dolar Singapura, yen Jepang, dan dolar Taiwan yang berada di zona hijau dengan penguatan sangat terbatas.





























