Logo Bloomberg Technoz

Konsumsi BBM Lebaran Bengkak, BPH Migas Sebut Ada Panic Buying

Azura Yumna Ramadani Purnama
31 March 2026 16:30

Sejumlah pengendara mengantre mengisi BBM di SPBU VIVO, Pamulang, Tangerang Selatan, Selasa (31/3/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Sejumlah pengendara mengantre mengisi BBM di SPBU VIVO, Pamulang, Tangerang Selatan, Selasa (31/3/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) mengakui lebih tingginya konsumsi bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin pada momentum Lebaran 2026 turut dipengaruhi fenomena panic buying yang terjadi di sejumlah daerah.

Ketua Satuan Tugas Ramadan dan Idulfitri Sektor ESDM Erika Retnowati menjelaskan konsumsi BBM pada 12 Maret hingga 31 Maret 2026 tercatat mengalami kenaikan sekitar 15% dari periode normal. Besaran itu tercatat lebih tinggi dari proyeksi awal yang mencapai 12%.

Untuk konsumsi Solar, Erika melaporkan, terjadi penurunan 18% dibandingkan dengan pada periode normal. Besaran itu tercatat melebihi dari proyeksi awal yang diperkirakan terjadi penurunan konsumsi sebesar 14,5%.


Lebih lanjut, Erika menegaskan panic buying bensin tersebut hanya terjadi di sejumlah daerah dan diklaim tak begitu memengaruhi konsumsi bensin nasional.

“Ya, jadi memang diproyeksikan waktu itu kan diperkirakan kenaikan sekitar 12% ya tetapi ternyata realisasinya mencapai hampir 15%. Antara lain memang ada, tapi enggak banyak ya, panic buying itu hanya beberapa saja beberapa daerah saja, tetapi memang orang yang mudik kali ini luar biasa,” kata Erika dalam konferensi pers, di Kantor BPH Migas, Selasa (31/3/2026).