Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Ditutup Melemah Lagi, Dolar AS & Minyak Jadi Biang Keladi

Tim Riset Bloomberg Technoz
30 March 2026 15:26

Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di pasar spot hari ini bergerak melemah, menyusul ketidakstabilan geopolitik yang masih terjadi dan mengerek harga minyak mentah semakin tinggi. 

Rupiah spot sore ini, Senin (30/3/2026), ditutup melemah 0,16% ke Rp16.992/US$ di tengah harga minyak mentah jenis brent naik ke US$116 per barel dan indeks dolar AS terhadap enam mata uang utama masih bertahan di level 100. Ketidakpastian yang terjadi belakangan ini malah semakin memperkuat posisi dolar AS sebagai aset aman (safe haven).

Pergerakan rupiah spot pada Senin (30/3/2026) melemah tertekan harga minyak dan sentimen domestik. (Bloomberg)

Sejalan dengan rupiah, mayoritas mata uang kawasan Asia bergerak di zona merah. Won Korea Selatan melemah paling dalam, disusul ringgit Malaysia, dan dolar Taiwan. Sementara, rupiah bersama dolar Singapura dan Hong Kong melemah relatif terbatas. 


Sebaliknya, yen Jepang menguat 0,33%, bersama rupee India 0,22% dan baht Thailand 0,07%. 

Pergerakan mata uang di kawasan Asia, mayoritas melemah tertekan sentimen harga minyak dan menguatnya indeks dolar AS. (Bloomberg)

Lonjakan harga minyak menekan pergerakan mata uang Asia hari ini, menambah tekanan inflasi, serta memaksa bank sentral negara di kawasan untuk mempertimbangkan sikap hawkish