Rupiah Tertahan di Pasar Offshore, Pasar Menanti Data Ekonomi
Tim Riset Bloomberg Technoz
30 March 2026 07:19

Bloomberg Technoz, Jakarta - Mengawali pekan, nilai kontrak rupiah di pasar Non-Deliverable Forward (NDF) stagnan di Rp16.978/US$. Pergerakan rupiah di pasar luar negri agaknya mencerminkan sikap wait and see pelaku pasar terhadap rangkaian data ekonomi global yang akan rilis sepanjang pekan ini, terutama dari Amerika Serikat (AS) dan China, di tengah tekanan eksternal yang belum reda.
Dari sisi global, perhatian utama akan tertuju pada rilis data ketenagakerjaan AS (nonfarm payrolls) yang diperkirakan hanya akan bertambah sekitar 55.000. Jika angka ini benar terealisasi, akan mengonfirmasi pelemahan pasar tenaga kerja AS.
Pelemahan pasar tenaga kerja ini harusnya dapat menjadi ruang bagi ekspektasi pelonggaran moneter. Namun di tengah tekanan inflasi global seiring lonjakan harga minyak, ekspektasi tersebut kian pupus.
Dari pasar Asia, rilis PMI China akan menjadi indikator kunci yang akan diperhatikan pelaku pasar. Meski diperkirakan masih berada di bawah level ekspansi (50), tapi perlambatan laju kontraksi sepertinya memberikan sinyal bahwa stimulus domestik yang dilakukan China sepertinya memberi sedikit pengaruh, meski belum cukup kuat untuk menahan dampak kenaikan harga energi dan gangguan rantai pasok.
Dari pasar Jepang, lewat survei Tankan, Jepang diproyeksikan tetap menunjukkan ketahanan sektor korporasi, meski tetap terjadi pelemahan produksi industri yang mengindikasikan adanya tekanan dari sisi eksternal. Sebaliknya, Korea Selatan justru tetap solid dari sisi ekspor, lantaranya tertopang oleh siklus kenaikan di sektor semikonduktor.


























