Logo Bloomberg Technoz

Investor Masih Cari Aset Aman, Yield SUN Tenor Pendek Naik

Tim Riset Bloomberg Technoz
30 March 2026 12:51

Ilustrasi Surat Utang (Diolah)
Ilustrasi Surat Utang (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Surat Utang Negara (SUN) tenor pendek kembali merangkak naik, di tengah kekhawatiran bahwa konflik di Timur Tengah yang terjadi secara berkepanjangan akan membebani pertumbuhan ekonomi, termasuk negara-negara emerging markets seperti Indonesia.

Melansir data Bloomberg per Senin (30/3/2026) pukul 12:15 WIB, imbal hasil (yield) SUN tenor 1 tahun naik 1,1 basis poin (bps) ke 5,98%. Disusul tenor 2 tahun bertambah 3,3 bps ke 6,35%, tenor 3 tahun naik 2,4 bps ke 6,47%, dan tenor 4 tahun naik 1,6 bps ke 6,63%. 

Sementara, yield tenor 10 tahun yang menjadi acuan stagnan di 6,85%. Meski begitu, yield ini sebenarnya berada dalam posisi tertingginya sejak Juni 2025. 

Imbal hasil SUN tenor acuan 10 tahun, bertahan di level tinggi 6,85%. (Bloomberg)

Di saat yang sama, kondisi pasar surat utang global justru menunjukkan pergerakan yang berbeda. Surat utang pemerintah berbagai negara, seperti Amerika Serikat (AS), Jepang, hingga Australia, mengalami penguatan yang tercermin dari penurunan yield secara serempak. 

Yield US Treasury tenor 2 tahun turun ke 3,88%, sementara tnor 10 tahun melemah ke 4,4%. Di Asia tren serupa juga terjadi dengan penurunan yield obligasi jepang dan Asutralia, khususnya tenor pendek yang sensitif terhadap ekspektasi kebijakan moneter.