Aksi Jual SUN Berlanjut, Pasar Soroti Ketahanan Fiskal RI
Tim Riset Bloomberg Technoz
25 March 2026 13:35

Bloomberg Technoz, Jakarta - Hari pertama perdagangan setelah libur panjang, pasar Surat Utang Negara (SUN) tertekan aksi jual, yang tercermin dari kenaikan yield di hampir semua tenor.
Berbanding terbalik dengan nilai tukar rupiah yang sedikit rebound pada pembukaan perdagangan hingga sesi siang ini dengan penguatan 0,5% ke level Rp16.900/US$, imbal hasil (yield) SUN justru terkerek naik, terutama pada tenor-tenor pendek.
Pada perdagangan Rabu (25/3/2026) siang 11.50 WIB, yield SUN tenor 1Y naik 21,4 basis poin (bps) menjadi 6,14%. Ini merupakan yield tertinggi sejak Juni 2025. Tenor pendek lainnya seperti 3Y dan 4Y juga mengalami kenaikan masing-masing 14,2 bps dan 13,1 bps ke level 6,36% dan 6,6%. Begitu juga dengan tenor 5Y naik 11,4 bps ke 6,67%. Tekanan serupa terjadi pada tenor menengah. Yield 6Y naik 7,8 bps ke 6,89%, sementara 8Y naik 5,6 bps ke 6,95%.
Di tenor panjang, yield 9Y naik 6,5 bps ke 7,01% dan 15Y naik 5,4 bps ke 7,03%. Tenor acuan 10Y juga ikut naik 7,9 bps ke 6,94%. Sementara, tenor 20Y dan 30Y masing-masing naik 3,3 bps dan 2,3 bps menjadi 6,93%. Begitu juga dengan tenor 40Y mengalami kenaikan yield 2,7 bps ke 6,84%.
Tekanan Perang dan Fiskal



























