Logo Bloomberg Technoz

Defisit Fiskal, Analogi Ibu Rumah Tangga hingga Dampak ke IHSG

Sultan Ibnu Affan
25 March 2026 11:50

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Defisit fiskal Indonesia yang mendekati batas dan lonjakan beban bunga utang yang memicu peringatan dari lembaga pemeringkat global seperti Moody's dan S&P masih menjadi perhatian.

Founder HungryStock sekaligus Guru Besar Universitas Prasetya Mulya Lukas Setia Atmaja mengatakan, sentimen tersebut turut menandai meningkatnya risiko terhadap stabilitas pasar keuangan domestik.

"Meskipun fundamental ekonomi Indonesia dianggap masih kuat, lembaga rating tersebut memberikan peringatan adanya peningkatan risiko terkait ketidakpastian fiskal, tata kelola kebijakan, beban bunga yang tinggi dan peningkatan utang negara," ujarnya dalam sebuah catatan, dikutip Rabu (25/3/2026).

Analogi Ibu Rumah Tangga


Defisit fiskal adalah kondisi ketika total pengeluaran pemerintah melebihi pendapatannya (pajak dan non-pajak) dalam satu tahun anggaran. 

Pada kondisi seperti ini biasanya pemerintah perlu menambah utang untuk menutup selisih tersebut. Defisit fiskal (APBN) di Indonesia dibatasi maksimal 3% dari PDB (Produk Domestik Bruto), diatur dalam UU No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.