Pangkas Rating Utang RI, Fitch Soroti MBG dan Defisit Fiskal
Redaksi
04 March 2026 20:30

Bloomberg Technoz, Jakarta - Lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings memperkirakan defisit fiskal dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan mencapai 2,9% terhadap produk domestik bruto (PDB) pada 2026, tidak berubah dari realisasi 2025 dan di atas target pemerintah sebesar 2,7%.
Hal ini menjadi salah satu pertimbangan Fitch Ratings untuk merevisi outlook atau prospek penerbitan surat utang global jangka panjang Indonesia dari semula stabil menjadi negatif, dan menegaskan peringkat utang rupiah dengan peringkat 'BBB'.
"Hal ini mencerminkan asumsi pendapatan kami yang lebih konservatif dengan proyeksi pertumbuhan yang melambat dan dampak jangka pendek yang moderat dari upaya untuk meningkatkan kepatuhan pajak," demikian tertulis dalam laporan Fitch Ratings, dirilis Rabu (4/3/2026).
Dalam laporan dipaparkan, upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan mengurangi ketegangan sosial yang masih ada setelah aksi protes tahun lalu akan mendorong belanja sosial yang lebih tinggi, termasuk Program Makanan Bergizi Gratis dengan total anggaran sebesar 1,3% terhadap PDB pada periode 2025-2029. Rencana untuk mempercepat belanja pada semester pertama 2026 dapat menambah risiko penyimpangan fiskal.
Di sisi lain, Fitch Ratings juga memperkirakan pendapatan negara akan melesu, dengan rerata 13,3% terhadap PDB selama tahun 2026 dan 2027 (median BBB: 25,5%), di tengah kurangnya mobilisasi pendapatan yang signifikan.

























