Tutup Perdagangan Pekan Pendek, Rupiah Stagnan di Rp16.985/US$
Tim Riset Bloomberg Technoz
17 March 2026 15:47

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), ditutup stagnan pada perdagangan terakhir sebelum libur panjang pekan ini, tertopang oleh pengumuman Bank Indonesia (BI) yang menahan BI Rate di 4,75%.
Pada Selasa (17/3/2026) sore, pergerakan rupiah bertahan di Rp16.985/US$ setelah dibuka menguat 0,15% di Rp16.965/US$, di tengah penguatan indeks dolar AS 0,23% menjadi 99,94 dan melambungnya harga minyak Brent yang tercatat naik 3,23% ke US$103,45 per barel pada 14:30 WIB.
Pergerakan defensif rupiah terjadi sejak awal tahun dan telah melemah 1,74%. Sejak awal Maret saat AS-Israel menyerang Iran. rupiah telah terdepresiasi 1,26%.
Di kawasan, kinerja rupiah sebenarnya tidak termasuk yang terburuk. Pelemahannya masih relatif lebih ringan daripada sejumlah mata uang lain, seperti won Korea Selatan, baht Thailand, dan rupee India. Kinerja rupiah hanya lebih lemah dari peso Filipina, dolar Hong Kong dan Taiwan.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa stabilitas rupiah tidak semata bergantung pada pergerakan pasar, tetapi juga pada respons kebijakan yang aktif dan terukur. Namun, di balik upaya stabilisasi tersebut, tekanan terhadap rupiah sejatinya belum sepenuhnya mereda.






























