Logo Bloomberg Technoz

Mataf Garapan Waskita Karya Sambut Pergantian Kiswah Ka'bah


(Dok. Waskita)
(Dok. Waskita)

Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Waskita Karya (Persero) Tbk kembali menegaskan kiprahnya di panggung konstruksi internasional melalui sejumlah proyek strategis yang telah dikerjakan di Arab Saudi. Salah satu proyek paling monumental yang pernah ditangani perseroan adalah renovasi area mataf atau pelataran terbuka yang mengelilingi Ka'bah di Masjidil Haram, Mekah.

Proyek tersebut menjadi bagian dari program perluasan King Abdullah Makkah Extension (KAME) yang dilaksanakan pada 2013. Dengan nilai kontrak mencapai 59 juta riyal Saudi, pembangunan itu bertujuan meningkatkan kapasitas kawasan ibadah agar mampu menampung lebih banyak jemaah yang datang dari berbagai negara.

Keberadaan mataf memiliki peran penting dalam pelaksanaan ibadah haji dan umrah. Area ini menjadi lokasi utama bagi jemaah yang melakukan tawaf mengelilingi Ka'bah. Karena tingginya jumlah pengunjung setiap tahun, peningkatan kapasitas menjadi kebutuhan yang sangat mendesak.

Corporate Secretary Waskita Karya, Ermy Puspa Yunita, mengatakan proyek tersebut bukan hanya menjadi pencapaian konstruksi semata, tetapi juga bagian dari kontribusi Indonesia dalam mendukung fasilitas ibadah umat Islam dunia.

Menurutnya, renovasi yang dilakukan berhasil meningkatkan daya tampung mataf secara signifikan. Jika sebelumnya area tersebut hanya mampu menampung sekitar 48 ribu jemaah, kini kapasitasnya meningkat menjadi lebih dari 105 ribu jemaah.

"Sebelumnya mataf hanya dapat menampung 48 ribu jemaah, namun setelah direnovasi bisa memuat hingga lebih dari 105 ribu jemaah. Perluasan mataf ini bagi Waskita bukan sekadar mengerjakan proyek, tapi wujud komitmen kami dalam menghadirkan infrastruktur yang bermanfaat bagi dunia internasional," ujar Ermy Puspa Yunita dalam keterangan resmi, Senin (15/6/2026).

Peningkatan kapasitas tersebut memberikan manfaat besar bagi jutaan umat Muslim yang datang ke Masjidil Haram setiap tahun. Dengan area yang lebih luas, aktivitas ibadah dapat berlangsung lebih tertib, aman, dan nyaman.

Masjidil Haram sendiri tidak hanya ramai saat musim haji. Sepanjang tahun, kawasan suci tersebut selalu dipadati jemaah yang datang untuk menunaikan ibadah umrah maupun berziarah ke Kota Mekah.

Momentum pergantian Tahun Baru Islam juga menjadi salah satu waktu yang menarik perhatian umat Muslim dunia. Pada malam 1 Muharram 1448 Hijriah yang bertepatan dengan 16 Juni 2026, jemaah berkesempatan menyaksikan prosesi pergantian kiswah atau kain penutup Ka'bah.

Pemerintah Arab Saudi telah menetapkan perubahan jadwal pergantian kiswah yang sebelumnya dilakukan pada 9 Dzulhijjah menjadi setiap 1 Muharram. Kebijakan tersebut dilakukan sebagai simbol penyambutan Tahun Baru Islam dengan tampilan Ka'bah yang baru.

Keberadaan infrastruktur yang memadai di sekitar Ka'bah menjadi faktor penting untuk mendukung kelancaran aktivitas jutaan jemaah yang hadir dalam berbagai momentum keagamaan tersebut.

Deretan Proyek Waskita di Arab Saudi

Keberhasilan renovasi mataf bukan satu-satunya catatan penting Waskita di Arab Saudi. Selama lebih dari satu dekade, perseroan telah menyelesaikan berbagai proyek konstruksi yang menunjukkan kemampuan perusahaan bersaing di pasar internasional.

Ermy menegaskan bahwa keterlibatan Waskita dalam pembangunan kawasan suci Islam menjadi bukti kualitas dan daya saing perusahaan Indonesia di tingkat global.

"Kontribusi Waskita Karya pada pembangunan kawasan suci yang menjadi pusat orientasi ibadah umat Islam dunia merupakan manifestasi dan kompetensi, kredibilitas, dan daya saing Perseroan dalam industri konstruksi global. Pencapaian ini semakin memperkuat posisi Perseroan sebagai perusahaan konstruksi terkemuka dengan portofolio yang mencakup bangunan gedung, fasilitas publik, infrastruktur konektivitas, transportasi udara, serta infrastruktur sumber daya air di berbagai wilayah," tutur Ermy.

Sebelum mengerjakan proyek perluasan mataf, Waskita telah lebih dulu dipercaya menangani pembangunan King Saud Fitness College pada 2011. Proyek tersebut memiliki nilai kontrak sekitar 16 juta riyal Saudi.

Tidak hanya itu, perseroan juga membangun King Saud University of Riyadh Techno Valley & Building Administration College di Riyadh pada 2009 dengan nilai kontrak mencapai 50 juta riyal Saudi.

Kepercayaan yang diberikan pemerintah dan berbagai institusi di Arab Saudi menunjukkan reputasi Waskita sebagai kontraktor yang memiliki pengalaman dalam mengerjakan proyek berskala besar dan kompleks.

Pada periode 2010 hingga 2012, Waskita turut terlibat dalam pembangunan kawasan prestisius King Abdullah Financial District (KAFD). Gedung yang dibangun memiliki 31 lantai dan menjadi bagian dari pengembangan pusat bisnis modern di Arab Saudi.

Selain itu, perusahaan juga berkontribusi dalam pembangunan Jeddah Flyover yang berfungsi mendukung konektivitas transportasi di kota pelabuhan tersebut.

Waskita juga dipercaya mengerjakan proyek King Faisal Specialist Hospital di Jeddah. Proyek fasilitas kesehatan tersebut menjadi bagian dari upaya Arab Saudi meningkatkan kualitas layanan publik bagi masyarakat.

Rangkaian proyek tersebut menunjukkan bahwa kehadiran Waskita di Timur Tengah tidak terbatas pada satu sektor saja. Perseroan telah terlibat dalam pembangunan fasilitas pendidikan, kesehatan, transportasi, kawasan bisnis, hingga kawasan keagamaan.

Ke depan, perusahaan berkomitmen untuk terus memperluas kontribusinya di pasar internasional melalui berbagai inovasi dan penguatan kapasitas bisnis.

Menurut Ermy, Arab Saudi masih menjadi salah satu negara yang memiliki prospek besar bagi pertumbuhan bisnis konstruksi global. Karena itu, Waskita menjadikan negara tersebut sebagai pasar prioritas dalam strategi ekspansi internasional.

Perseroan juga telah memiliki legalitas dan perizinan operasional yang lengkap untuk menjalankan aktivitas bisnis di Arab Saudi. Hal tersebut menjadi modal penting untuk mengikuti berbagai proyek baru yang akan dikembangkan di negara tersebut.

"Arab Saudi merupakan salah satu pasar prioritas dalam strategi pertumbuhan internasional Waskita Karya. Keberadaan Perseroan secara resmi di negara tersebut yang didukung perizinan operasional yang lengkap, mencerminkan kesiapan Waskita Karya untuk bersaing dan berkolaborasi dalam berbagai proyek konstruksi berkelas dunia, sekaligus memperkuat posisi Perseroan sebagai perusahaan konstruksi Indonesia yang berdaya saing global,” jelas dia.

Waskita optimistis pengalaman panjang dalam menangani proyek internasional akan menjadi modal penting untuk memperluas peluang kerja sama di masa mendatang. Melalui inovasi, tata kelola perusahaan yang baik, dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia, perseroan berupaya mempertahankan posisinya sebagai salah satu perusahaan konstruksi terkemuka Indonesia di pasar global.

Keberhasilan membangun dan memperluas mataf di Masjidil Haram menjadi salah satu bukti nyata bahwa karya anak bangsa mampu hadir dan memberikan manfaat bagi jutaan umat Muslim dari seluruh dunia. Pencapaian tersebut sekaligus memperkuat citra Indonesia sebagai negara yang memiliki perusahaan konstruksi dengan standar dan kemampuan bertaraf internasional.