Menguatnya IHSG merupakan efek secara langsung dari melesatnya sejumlah saham big caps.
Deretan saham unggulan, Selasa (17/3/2026) sepanjang Sesi I.
- DCI Indonesia (DCII) menyumbang 11,45 poin
- Amman Mineral Internasional (AMMN) menyumbang 9,43 poin
- Bumi Resources Minerals (BRMS) menyumbang 8,24 poin
- Telkom Indonesia (TLKM) menyumbang 7,38 poin
- Merdeka Copper Gold (MDKA) menyumbang 5,26 poin
- Bank Central Asia (BBCA) menyumbang 4,75 poin
- Bank Mandiri (BMRI) menyumbang 3,89 poin
- Aneka Tambang (ANTM) menyumbang 3,59 poin
- XLSmart (EXCL) menyumbang 3,2 poin
- Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menyumbang 3,15 poin
Perhatian investor tertuju dan berfokus ke Thamrin di mana kantor pusat Bank Indonesia berada. Gubernur Perry Warjiyo dan sejawat sudah menggelar pertemuan sedari kemarin, dan akan mengumumkan hasil RDG, pada siang hari nanti.
Rapat Dewan Gubernur BI yang telah digelar sejak Senin–Selasa, 16–17 Maret 2026 dan diagendakan mengumumkan keputusan siang nanti pukul 14.00 WIB, diprediksi akan menghasilkan vonis tahan, hold, untuk BI Rate tetap di level 4,75%.
Mengacu konsensus yang dihelat oleh Bloomberg, sebanyak 30 Ekonom/ Analis yang disurvei, mengestimasikan BI Rate akan dipertahankan tetap di level 4,75%.
Artinya, konsensus pasar untuk keputusan RDG BI hari ini sepakat bulat, aklamasi, tidak ada dissenting opinion.
Konsensus pasar memproyeksikan BI akan mempertahankan suku bunga acuan di 4,75% untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah ketidakpastian global.
Kajian yang dilansir Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) menilai Bank Sentral perlu mempertimbangkan dinamika perang Amerika Serikat (AS) dan Iran yang memunculkan potensi inflasi dari harga minyak dan depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
“Sehingga membatasi ruang pemangkasan suku bunga karena berpotensi memperburuk risiko inflasi,” kata Ekonom LPEM UI, Teuku Riefky dalam riset yang diterima Bloomberg Technoz, Selasa (17/3/2026).
Di luar kebijakan moneter, lanjut Riefky, Pemerintah Indonesia juga menghadapi uji kredibilitas fiskal. Sentimen negatif akhir-akhir ini terpusat pada potensi pelebaran batas defisit anggaran yang diamanatkan sebesar 3%.
“Dalam kondisi seperti ini, Bank Indonesia perlu tetap bersikap prudent, memperkuat koordinasi dengan pemerintah, dan terus menunjukkan independensi kelembagaannya,” tambahnya.
Panin Sekuritas juga berpendapat serupa, pelaku pasar tengah menanti keputusan kebijakan Bank Indonesia siang tengah hari ini.
BI diperkirakan akan menahan tingkat suku bunga acuan, BI Rate tetap di level 4,75%, mencerminkan sikap wait and see Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian global.
(fad)



























