Logo Bloomberg Technoz

Sebagai gambaran, jika investor berinvestasi saham senilai Rp1 juta pada awal Ramadan, atau 19 Februari kemarin, dan melakukan aksi jual pada hari ini menjelang hari raya Idul Fitri. Investor tersebut mendapatkan potensi keuntungan 99% atau Rp990 ribu (gross) sebagai tambahan THR untuk bekal hari raya.

Berikut 10 saham paling menguntungkan (top gainers) Ramadan 1447 H:

  1. PT Ifishdeco Tbk (IFSH), menguat 99,39%
  2. PT Lancartama Sejati Tbk (TAMA), menguat 88,33%
  3. PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (WMPP), menguat 83,33%
  4. PT Aneka Gas Industri Tbk (AGII), menguat 57,41%
  5. PT PP Properti Tbk (PPRO), menguat 52,38%
  6. PT Tirta Mahakam Resources Tbk (TIRT), menguat 50%
  7. PT Indah Prakasa Sentosa Tbk (INPS), menguat 48,96%
  8. PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA), menguat 43,24%
  9. PT Prasidha Aneka Niaga Tbk (PSDN), menguat 37,01%
  10. PT Wilton Makmur Indonesia Tbk (SQMI), menguat 34,88%

Saham–saham LQ45 di deretan top gainers pada perdagangan Ramadan 2026:

  1. PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), menguat 25,5%
  2. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), menguat 20,22%
  3. PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), menguat 11,56%
  4. PT Bukit Asam Tbk (PTBA), menguat 11,45%
  5. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), menguat 7,42%
  6. PT Hermina Tbk (HEAL), menguat 1,53%
  7. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), menguat 1,22%
  8. PT United Tractors Tbk (UNTR), menguat 0,08%

Data riset Bloomberg Technoz menunjukkan emiten pertambangan dan perdagangan batu bara menempati posisi pertama dengan total cuan tertinggi sepanjang bulan Ramadan 1447 H, i.a. PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) dengan kenaikan mencapai 25,5% ke posisi Rp28.050/saham.

Melesatnya harga saham ITMG seiring dengan harga batu bara yang melejit ke level tertinggi sejak November 2024 imbas serangan militer dan ketegangan yang terus berlanjut di Timur Tengah mendorong negara–negara di seluruh dunia untuk mempertimbangkan beralih dari minyak dan gas yang terperangkap dari regional tersebut.

Berbagai serangan yang menyasar fasilitas perminyakan dan ekspor gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) terbesar di dunia, mengerek naik harga minyak mentah hingga nyaris menyentuh US$120/barel. 

Hal itu mendorong para pembeli untuk mencari alternatif, dengan beberapa negara mempertimbangkan untuk meningkatkan penggunaan pembangkit listrik tenaga batu bara jika konflik tersebut berlangsung lama.

Selanjutnya pada posisi kedua ada saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) yang berhasil melesat 20,22% point–to–point. Posisinya pagi hari ini ada di Rp10.700/saham. 

Adapun Kenaikan harga saham AADI juga linear dengan kenaikan harga acuan batu bara global, mencermati AADI bergerak di bisnis batu bara termal, termasuk logistik, lahan, investasi, hingga kelistrikan.

Menelisik lebih jauh terhadap potensi profitabilitas dari kenaikan harga batu bara di pasar global, AADI berpotensi diuntungkan oleh harga acuan batu bara yang lebih tinggi– sebut analis BRI Danareksa Sekuritas.

“AADI tetap menjadi pilihan utama kami di sektor ini, didukung oleh rekam jejak operasional yang solid serta risiko pemangkasan produksi RKAB yang lebih rendah berkat status IUPK yang dimilikinya,” papar BRI Danareksa dalam riset terbarunya per hari ini, Selasa.

(fad)

No more pages