Logo Bloomberg Technoz

Tensi Timur Tengah Reda, Rupiah dan Mata Uang Asia Berjaya

Tim Riset Bloomberg Technoz
10 March 2026 09:35

Karyawan merapihkan uang rupiah dan dolas AS di salah satu bank di Jakarta, Senin (1/12/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan merapihkan uang rupiah dan dolas AS di salah satu bank di Jakarta, Senin (1/12/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pergerakan nilai tukar rupiah hari ini mendapat sedikit tenaga dari optimisme pasar tentang perang yang mereda. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini, Selasa (10/3/2026), menguat 0,41% kala pembukaan pasar spot ke posisi Rp16.875/US$.

Tak berselang lama, rupiah kembali menguat 0,45% menjadi Rp16.869/US$ pada 09:10 WIB. 

Penguatan rupiah sejalan dengan laju mayoritas mata uang Asia yang hari ini kompak bergerak di zona hijau. Penguatan datang dari mata uang negara-negara yang memiliki dampak langsung terhadap pergerakan harga minyak, seperti baht Thailand, ringgit Malaysia, peso Filipina, rupiah, dolar Taiwan, yuan China, won Korea Selatan, dan yen Jepang.


Sebaliknya dolar Singapura dan Hong Kong masih melemah. 

Pergerakan nilai tukar mata uang Asia menguat hari ini menyusul pernyataan bahwa perang akan segera berakhir. (10/3/2026). (Bloomberg)

Pernyataan Presiden Donald Trump yang memberi sinyal bahwa perang dengan Iran bisa saja segera berakhir dan operasi militer berjalan lebih cepat dari jadwal dengan cepat membawa perubahan sentimen terhadap harga minyak mentah dunia dan berdampak pada penguatan mata uang di Benua Kuning pagi ini.