Hari Ini, Rupiah Bisa Tertopang Sentimen Risk-On Sementara
Tim Riset Bloomberg Technoz
10 March 2026 08:07

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pergerakan rupiah di pasar Non-Deliverable Forward (NDF) masih stagnan, di tengah kondisi ketidakstabilan eksternal akibat perang AS-Israel terhadap Iran masih berlanjut.
Pada perdagangan pagi ini, Selasa (10/3/2026), nilai kontrak rupiah offshore dibuka stagnan di Rp16.982/US$ lalu tak berselang lama sempat melemah 0,43% ke posisi Rp16.964/US$. Saat pasar Asia dibuka, rupiah offshore mendapat tenaga dengan kembali menguat ke posisi Rp16.898/US$.
Presiden Donald Trump sempat memberi sinyal bahwa perang dengan Iran bisa saja segera berakhir dan operasi militer berjalan lebih cepat dari jadwal. Meski begitu, kondisi infrastruktur komoditas minyak di beberapa lokasi, termasuk Iran yang sempat rusak telah menciptakan kekhawatiran terkait pasokan minyak mentah dunia.
Pernyataan tersebut membuat harga minyak mentah dunia sempat mereda dari lonjakan dan hanya menyisakan kenaikan sebesar 6,76% ke posisi US$98,96 per barel kemarin. Harga minyak Brent pagi ini kembali turun 7,39% ke posisi US$91,65 per barel, pada 07:20 WIB, dan membawa pergerakan mata uang kembali beragam.
Penguatan datang dari baht Thailand, won Korea Selatan, ringgit Malaysia, dan dolar Hong Kong. Sebaliknya, yuan offshore China, yen Jepang, dan dolar Singapura melemah tipis.






























