Logo Bloomberg Technoz

Menakar Animo Pasar di Lelang Sukuk Kala Perang Berkecamuk

Tim Riset Bloomberg Technoz
10 March 2026 09:03

Ilustrasi surat utang syariah (Dok. Ist)
Ilustrasi surat utang syariah (Dok. Ist)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Di tengah meredanya perang AS-Iran, pemerintah kembali mengetuk pintu pasar dan menguji risk appetite pelaku pasar dengan lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) alias sukuk, dengan target indikatif Rp11 triliun pada hari ini, Selasa (10/3/2026). 

Melansir dokumen lelang, pemerintah menawarkan delapan seri sukuk negara, mulai dari instrumen jangka pendek hingga obligasi syariah berjatuh tempo hampir seperempat abad ke depan.

Komposisi tenor yang luas ini agaknya menjadi cara pemerintah menguji selera risiko investor di tengah ketidakpastian global yang terjadi. 


Dalam lelang hari ini, pemerintah juga menawarkan seri SPN-S yang jatuh tempo 2026, serta lima seri Project Based Sukuk (PBS) dengan tenor 23Y hingga tahun 2049. 

Struktur lelang yang mencakup tenor pendek hingga sangat panjang mencerminkan strategi pemerintah dalam menjaga likuiditas kurva imbal hasil sekaligus memperpanjang jatuh tempo rata-rata utang negara.