Harga Brent turun 10,07% ke 88,99 pada 09:10 WIB hari ini, dan WTI juga merosot turun hingga 10%. Begitu juga dengan indeks dolar AS yang ikut menyusut 0,35% ke 98,83 membawa sentimen risk-on bagi pasar emerging markets.
Bursa saham domestik dibuka menguat 1,7%, begitu juga dengan bursa Jepang menguat 3,52%, bursa Korea Selatan juga menguat 4,75%, begitu juga dengan bursa Taiwan naik 3,35%. Melesatnya perdagangan di bursa Asia menandakan munculnya sentimen risk-on mulai membuat investor memburu kembali aset-aset berisiko.
Meski demikian, arah rupiah dalam beberapa pekan ke depan masih akan sangat bergantung pada stabilitas geopolitik global dan persepsi pasar terhadap fundamental domestik. Jika konflik benar-benar mereda dan harga energi stabil kembali, arus modal asing berpotensi kembali masuk ke pasar obligasi dan saham Indonesia.
Akan tetapi, jika ketegangan kembali meningkat antara AS dan Iran, volatilitas rupiah bisa dengan cepat kembali muncul, begitu pun dengan alarm risk-off yang kembali menyala di pasar keuangan Asia.
(dsp/aji)






























