Logo Bloomberg Technoz

Ekonom Soal Pengurangan Anggaran MBG: Koreksi Fiskal Rasional

Mis Fransiska Dewi
12 June 2026 20:20

Siswa menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Angkasa 5 Halim, Jakarta Timur, Jumat (23/10/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Siswa menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Angkasa 5 Halim, Jakarta Timur, Jumat (23/10/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ekonom berpandangan langkah pemerintah untuk memangkas anggaran program andalan Presiden Prabowo Subianto, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat dibaca sebagai koreksi fiskal yang rasional.

“Apabila pemerintah mulai mengurangi atau menyesuaikan kembali anggaran MBG, langkah tersebut justru dapat dibaca sebagai koreksi fiskal yg rasional,” kata  Peneliti Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Badiul Hadi saat dihubungi, Jumat (12/6/2026). 

Dia menyebut fokus kebijakan yang diambil pemerintah seharusnya bergeser dari sekadar memperbesar belanja menjadi memastikan setiap rupiah benar-benar menghasilkan perbaikan gizi, menurunkan stunting, dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. 


“Dalam kondisi fiskal yang semakin ketat, efektivitas harus menjadi ukuran utama, bukan semata besaran anggaran,” ujarnya. 

Dalam konteks tata kelola anggaran, menurut Badiul, masalah utama program MBG bukan semata besarnya anggaran, melainkan lemahnya jaminan efektivitas dan akuntabilitas penggunaan MBG.