Logo Bloomberg Technoz

Selain berdampak pada inflasi, kata Manap pelemahan rupiah juga berpotensi menambah tekanan terhadap fiskal pemerintah. Ia memperkirakan setiap pelemahan rupiah sekitar Rp100 terhadap dolar AS dapat menambah tekanan defisit anggaran sekitar Rp800 miliar.

"Ini menggambarkan tekanan dari perang antara Israel, Amerika, dan Iran sangat berat bagi kita dan akan mempengaruhi kemampuan pemerintah menjaga asumsi makroekonomi," jelasnya. 

Di sisi lain, depresiasi rupiah juga belum tentu memberikan manfaat signifikan bagi kinerja ekspor Indonesia. Hal ini karena banyak produk ekspor nasional masih memiliki kandungan impor yang cukup tinggi dalam proses produksinya.

Akibatnya, tutur Manap, ketika nilai tukar melemah dan harga bahan baku impor meningkat, keuntungan dari sisi ekspor menjadi terbatas karena biaya produksi juga ikut naik.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di pasar spot hari ini melemah dan menyentuh level psikologisnya selama ini, seiring penguatan dolar AS terhadap seluruh mata uang utama menyusul melonjaknya harga minyak di atas US$100 per barel. 

Pada pembukaan perdagangan spot Senin (9/3/2026) rupiah melemah 0,64% ke Rp17.015/US$ setelah indeks dolar AS menguat 0,7% ke 99,67. Tak berselang lama, rupiah kembali defensif dan berada di level Rp16.989/US$ pada 09:04 WIB. 

“Dolar AS mendapat banyak dukungan dari statusnya sebagai aset safe haven tradisional serta posisi Amerika Serikat sebagai eksportir energi bersih. Pada saat yang sama, ekspektasi pelonggaran kebijakan Federal Reserve pada 2026 mulai dikurangi,” kata Ray Attrill, kepala strategi valas di National Australia Bank Ltd, seperti dikutip Bloomberg News.

(lav)

No more pages