“Masing-masing kargo ~200.000 barel, satu dengan basis CFR Tuban dan kargo lainnya CFR IBT Pulau Laut. Batas akhir penawaran jam 10 pagi waktu Jakarta pada 9 Maret, berlaku sampai jam 6 sore keesokan harinya,” sebagaimana tertulis dalam laporan Bloomberg, Senin (9/3/2026).
Bensin untuk April
Di sisi lain, dua kargo bensin RON 98 masing-masing sebesar 35.000 barel dilakukan lelang untuk pengiriman April 2026.
Kargo pertama dijadwalkan tiba pada 3—5 April dengan basis CFR atau delivered at place (DAP) di Tanjung Uban, Kepulauan Riau. Sementara kargo kedua dijadwalkan tiba pada 5—7 April dengan basis CFR atau DAP di Jakarta.
Batas akhir penawaran yang diajukan adalah hari ini Senin (9/3/2026) pukul 11:00 WIB dan penawaran tersebut tetap valid hingga 18:00 WIB keesokan harinya.
“PT Pertamina sedang mencari dua kargo bensin RON 98 berukuran ~35.000 barel untuk pengiriman April. Kargo pertama CFR/DAP Tanjung Uban 3—5 April, kargo kedua CFR/DAP Jakarta 5—7 April,” tulis Bloomberg.
Sekadar informasi, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan Indonesia sudah mulai mengimpor minyak mentah hingga BBM dari AS.
Akan tetapi, Bahlil belum mengungkapkan volume minyak mentah dan BBM yang mulai diimpor Indonesia dari AS.
Dia hanya menyatakan impor bakal dilakukan bertahap sebab tangki penyimpanan minyak mentah Indonesia masih belum memadai.
“Sekarang sudah mulai jalan, iya [BBM dan minyak mentah juga]. Bertahap, ya bertahap itu kan bertahap, enggak bisa sekaligus satu kali datang karena kita punya daya simpanan enggak cukup,” kata Bahlil kepada awak media di Kantor Kementerian ESDM, Rabu (4/3/2026) malam.
Kendati begitu, belum dapat dikonfirmasi apakah tender yang dibuka oleh Pertamina tersebut dikhususkan untuk BBM berasal dari perusahaan AS ataupun tidak.
Di sisi lain, status cadangan BBM nasional tercatat tahan selama 23 hari, masih di bawah standar Badan Energi Nasional atau International Energy Agency (IEA) 90 hari cadangan minyak mentah atau produk BBM.
Bahlil menegaskan kapasitas cadangan minyak mentah Indonesia saat ini hanya cukup untuk 25 hari, dengan begitu pemerintah berencana membangun tangki penyimpanan minyak mentah tambahan untuk meningkatkan stok BBM nasional.
“Kemampuan storage daya tampung BBM kita RI ini tidak lebih dari 21—25 hari, itu kemampuan kita. Jadi standar nasionalnya minimal itu di 20—21 hari, maksimal 25 hari. Nah, kita itu di sekitar itu di rapat sama Pertamina dan DEN itu rata-rata 22—23 hari,” kata Bahlil kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (4/3/2026).
Saat dimintai konfirmasi ihwal pemesanan solar dan bensin RON 98 tersebut, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun membenarkan Pertamina tengah melakukan pemesanan BBM melalui mekanisme tender reguler.
"Ini info yang saya dapat adalah tender reguler, sehingga menyesuaikan dan mengacu dengan prosedur dan tahapan yang ada. Sesuai aturan tender dan pengadaan," ujarnya, Senin (9/3/2026).
*) Catatan redaksi: tambahan pernyataan Pertamina pada dua paragraf terakhir.
(azr/wdh)



























