Logo Bloomberg Technoz

Cadangan Devisa RI Kini Terendah dalam Hampir 2 Tahun

Hidayat Setiaji
08 June 2026 10:38

Pengunjung menukarkan dolar AS di salah satu tempat penukaran mata uang di Jakarta, Kamis (4/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pengunjung menukarkan dolar AS di salah satu tempat penukaran mata uang di Jakarta, Kamis (4/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia (BI) melaporkan data cadangan devisa per akhir Mei. Cadangan devisa kembali turun, kini ke level terendah dalam hampir dua tahun.

Pada Senin (8/6/2026), BI mengumumkan cadangan devisa Indonesia untuk posisi Mei ada di US$ 144,9 miliar. Turun US$ 1,3 miliar dibandingkan bulan sebelumnya.

Sepanjang tahun ini, cadangan devisa terus menyusut setiap bulannya. Kini cadangan devisa Tanah Air sudah mencapai titik terendah sejak Juni 2024 atau nyaris dua tahun terakhir.


"Perkembangan cadangan devisa Mei 2026 ini dipengaruhi penerbitan global bond pemerintah serta penerimaan pajak dan jasa, di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah Bank Indonesia sebagai respons terhadap tingginya ketidakpastian pasar keuangan global dan permintaan valuta asing musiman dari domestik," sebut laporan BI.

Secara keseluruhan, posisi cadangan devisa pada akhir Mei setara dengan pembiayaan 5,6 bulan impor atau 5,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Ini berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.