Konflik Iran Dorong Harga Minyak Melonjak di Atas US$100
News
09 March 2026 06:30

Bloomberg News
Bloomberg, Harga minyak mentah dunia meroket melampaui angka US$100 per barel. Lonjakan ini dipicu oleh kebijakan sejumlah produsen utama Timur Tengah yang mulai memangkas produksi, hampir lumpuhnya jalur pelayaran di Selat Hormuz, serta ancaman Amerika Serikat (AS) untuk memperluas cakupan konflik yang kini telah mengguncang pasar energi global.
Harga minyak jenis Brent melonjak hingga 20% ke posisi US$111,04 per barel pada pembukaan perdagangan, sementara West Texas Intermediate (WTI) melambung hingga 22%. Uni Emirat Arab dan Kuwait telah mulai mengurangi produksi karena fasilitas penyimpanan mereka terisi penuh dengan cepat akibat penutupan Selat Hormuz. Langkah serupa telah dilakukan Irak yang mulai menghentikan sebagian produksinya sejak pekan lalu.
Perang di Timur Tengah belum menunjukkan tanda-tanda mereda setelah serangan AS dan Israel ke Iran lebih dari sepekan lalu. Terhentinya pengiriman melalui Selat Hormuz—jalur air sempit yang biasanya menangani seperlima pasokan minyak dunia—serta serangan terhadap infrastruktur energi telah mendorong harga minyak mentah dan gas alam.
"Level psikologis US$100 mungkin hanya menjadi target harga jangka pendek menuju level yang lebih tinggi seiring berlarutnya konflik. Produksi minyak terpaksa dipangkas karena tangki penyimpanan penuh akibat kapal tanker yang tidak bisa memuat minyak," ujar Andy Lipow, Presiden Lipow Oil Associates.





























