Logo Bloomberg Technoz

RI Punya 23 Hari, Segini Cadangan BBM Negara Asean Lainnya

Azura Yumna Ramadani Purnama
06 March 2026 10:00

Tangki penyimpanan bahan bakar di fasilitas PT Pertamina di Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta, Indonesia.(Dimas Ardian/Bloomberg)
Tangki penyimpanan bahan bakar di fasilitas PT Pertamina di Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta, Indonesia.(Dimas Ardian/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Penutupan jalur perdagangan minyak dan gas (migas) di Selat Hormuz membuat harga minyak mentah melonjak tinggi. Pada saat bersamaan, kekhawatiran akan pasokan minyak mentah dan produk bahan bakar minyak (BBM) pun meningkat.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan terdapat sekitar 20%—25% minyak mentah yang diimpor oleh Indonesia melewati Selat Hormuz.

Bahlil mencatat total minyak mentah global yang diperdagangkan melewati Selat Hormuz sebesar 20,1 juta barel per hari (bph).


Merespons ditutupnya jalur perdagangan nadi komoditas migas tersebut, Bahlil memutuskan mengalihkan sekitar 25% dari total minyak mentah yang diimpor dari Timur Tengah. Salah satunya, Indonesia akan mulai mengimpor minyak mentah dan BBM dari Amerika Serikat (AS).

Bahlil Pembangunan Storage Crude Oil Baru Akan Dimulai Tahun Ini (Foto Diolah dari Berbagai Sumber)

Adapun, saat ini status cadangan BBM nasional tercatat tahan selama 23 hari, masih di bawah standar Badan Energi Nasional atau International Energy Agency (IEA) 90 hari cadangan minyak mentah atau produk BBM.