Logo Bloomberg Technoz

Telaah Cadangan BBM RI: 23 Hari, Bukan Berarti Segera Habis

Azura Yumna Ramadani Purnama
06 March 2026 09:30

Terminal Bahan Bakar Minyak (BBM) Tuban. (Dok. Pertamina)
Terminal Bahan Bakar Minyak (BBM) Tuban. (Dok. Pertamina)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Praktisi senior di industri migas menyatakan cadangan bahan bakar minyak (BBM) Indonesia saat ini sekitar 23 hari memang masih belum ideal jika dibandingkan standar International Energy Agency (IEA) yang menetapkan cadangan minyak setara dengan setidaknya 90 hari impor bersih.

Akan tetapi, cadangan BBM untuk 23 hari tersebut dinilai sudah cukup memadai karena besaran tersebut tidak berarti persediaan BBM Indonesia akan habis dalam waktu 23 hari, melainkan cerminan tingkat stok operasional yang terus diperbarui melalui produksi domestik dan pasokan impor.

Direktur Utama PT Petrogas Jatim Utama Cendana (PJUC) Hadi Ismoyo berpendapat cadangan BBM sekitar 23 hari tersebut baru akan habis jika dipakai terus menerus dalam jangka waktu tersebut tanpa tambahan pasokan di tangki penyimpanan yang tersedia.


“Kalau cadangan BBM 23 hari, artinya kalau dipakai terus dalam 23 hari tanpa mendapatkan tambahan suplai di storage kita, ya dengan sendirinya 23 hari itu akan habis. Storage itu bisa di tank farm, floating storage, bunker BBM di pelabuhan, dan tangki-tangki SPBU,” kata Hadi ketika dihubungi, Jumat (6/3/2026).

Pengisian ulang bahan bakar minyak di SPBU./Bloomberg-David Paul Morris

Cukup Memadai