Logo Bloomberg Technoz

Redam Gejolak Pasar, Ekonom Saran Pemerintah Potong Anggaran MBG

Mis Fransiska Dewi
06 March 2026 03:40

Menu makan bergizi gratis (MBG) untuk ibu menyusui di Posyandu Dahlia 2, Ciracas, Jumat (10/1/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Menu makan bergizi gratis (MBG) untuk ibu menyusui di Posyandu Dahlia 2, Ciracas, Jumat (10/1/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ekonom menyarankan pemerintah perlu segera memotong anggaran belanja program andalan Presiden Prabowo Subianto seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga alutsista untuk meredam gejolak pasar karena mulai terdampak kondisi geopolitik global imbas eskalasi antara Iran melawan koalisi Israel-Amerika Serikat (AS).

Ekonom Bright Institute Awalil Rizky memandang kondisi ekonomi Indonesia saat ini mulai terdampak kondisi geopolitik global. Gejolak politik, terutama perang AS-Iran mengakibatkan terganggunya produksi dan perdagangan barang. 

Dalam kasus Indonesia, kata dia, kondisi perekonomian RI lebih buruk dibanding banyak negara lain karena sebelum terjadinya perang pasar keuangan seperti saham; surat utang; dan pasar uang sedang terganggu. 


Awalil menilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang baru mulai pulih, kini kembali terkoreksi. Kemudian yield surat berharga negara (SBN) yang sempat turun signifikan pada 2025, terus meningkat pada 2026 dan akan berisiko naik lebih tinggi akibat kondisi global saat ini. Rupiah yang sempat sedikit menguat juga kembali melemah.

Menurutnya, Indonesia nyaris tidak bisa menjadi faktor yang mempengaruhi dinamika persoalan tersebut, baik sebagai suatu negara maupun sebagai pemain dalam pasar keuangan.