Logo Bloomberg Technoz

IHSG Ditutup Naik Nyaris 2%, Saham Bank-bank Besar Beterbangan

Muhammad Julian Fadli
05 March 2026 17:02

Karyawan di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (26/11/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (26/11/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup perdagangan di zona hijau dengan penguatan 1,76% di posisi 7.710 pada perdagangan Kamis (5/3/2026) yang didorong oleh menguatnya saham-saham bank besar.

IHSG sempat menyentuh level tertinggi 7.765. Adapun level terendah bertahan pada level 7.678 yang sempat terjadi pada perdagangan pagi hari saat pembukaan.

Penutupan IHSG Sesi II pada Kamis 5 Maret 2026 (Bloomberg)

Volume transaksi tercatat mencapai 34,32 miliar saham, dengan nilai transaksi Rp17,65 triliun. Frekuensi yang terjadi sebanyak 2,08 juta kali diperjualbelikan. Sebanyak 597 saham mengalami penguatan, 125 saham melemah, dan 96 saham stagnan.


Saham–saham konsumen non-primer, saham perindustrian, dan saham barang baku menjadi pendorong penguatan IHSG. Adapun masing–masing menguat 3,41%, 2,81% dan 2,63%.

Berdasarkan data Bloomberg, kenaikan IHSG merupakan efek langsung dari penguatan sejumlah saham big caps terutama saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI). Harga saham BBCA berhasil menguat 3,27% di posisi Rp7.100/saham usai sebanyak 110 juta saham ditransaksikan. Adapun nilai transaksi saham BBCA sepanjang hari ini mencapai Rp778 miliar.