“Sesuai arahan Bapak Menteri ESDM, kami memberikan kemudahan dan membuka peluang kepada calon investor, perusahaan migas yang memiliki kapabilitas untuk melakukan kegiatan eksplorasi dan eksploitasi migas di Indonesia,” ungkap Laode.
Skema Fiskal Baru
Dia menambahkan, Kementerian ESDM turut berkomitmen menciptakan iklim investasi hulu migas yang atraktif melalui berbagai kebijakan fiskal baru.
Antara lain, skema bagi hasil atau split sebesar 50:50, kontrak migas yang fleksibel yakni dapat memiliki cost recovery atau gross split, serta adanya insentif hulu migas untuk optimalisasi produksi dan pembebasan indirect tax pada masa eksplorasi.
“Pemerintah saat ini makin terbuka dan aktif turun langsung dalam fasilitasi percepatan perizinan dan birokrasi lintas instansi. Pemerintah juga melakukan eksplorasi langsung dengan pembiayaan APBN [termasuk seismik], untuk mengurangi risiko eksplorasi dan mendorong investasi,” ujar Laode.
Belum lama ini, Ditjen Migas Kementerian ESDM telah mengadakan pertemuan dengan Indonesia Petroleum Association (IPA) ihwal rencana penawaran 110 blok migas tahun ini.
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menjelaskan 110 wilayah kerja (WK) tersebut akan ditawarkan secara serempak. Yuliot berharap lelang anyar itu dapat meningkatkan produksi siap jual atau lifting migas Indonesia.
“Tahun ini kita menawarkan 110 wilayah kerja, jadi di anggota IPA, justru mereka menyatakan minat untuk bagaimana meningkatkan eksplorasi dan juga meningkatkan produksi minyak,” kata Yuliot kepada awak media di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (6/2/2026).
Sepanjang 2025, Kementerian ESDM membuka lelang WK migas dalam tiga tahap. Dalam lelang WK migas putaran pertama 2025, ESDM melelang tiga WK yakni WK Gagah, WK Perkasa, dan WK Lavender.
PT Pertamina Hulu Energi (PHE) memenangkan lelang WK Lavender sebab perusahaan migas pelat merah itu sudah melakukan joint study di WK tersebut.
Selain itu, TIS Petroleum (Asia) Pte Ltd ditetapkan menjadi pengelola WK migas Perkasa dan baru saja meneken kontrak bagi hasil atau production sharing contract (PSC).
Setelah itu, Kementerian ESDM membuka lelang sembilan blok migas pada penawaran tahap II.
Sembilan blok migas yang dilelang terdiri atas; Blok Jalu, Blok Southwest Andaman, Blok Karunia, Blok Delapan Muaro, Blok Barong, Blok Drawa, Blok Bintuni, Blok Gagah, dan Blok Abar Anggursi.
Terbaru, pada akhir 2025 Kementerian ESDM membuka lelang delapan WK pada Senin (22/12/2025). Tiga WK ditawarkan lewat penawaran langsung di antaranya WK Tapah, WK Nawasena, dan WK Mabelo.
Sementara itu, lima blok sisanya ditawarkan lewat lelang reguler yakni WK Arwana III, WK Tuah Tanah, WK Rangkas, WK Akimeugah I dan WK Akimeugah II.
10 blok migas potensial tersebut yang ditawarkan awal 2026:
- Rupat
- Puri
- Karapan Baru
- Pesut Mahakam
- Bengara II
- Maratua II
- South Matindok
- Lao-Lao
- Rombebai
- Northern Papua/Jayapura
(azr/wdh)






























