Sementara itu, anjloknya pasar saham kemarin juga ikut menyeret pasar Surat Berharga Negara (SBN) dan terjadi arus keluar modal asing selama dua hari beruntun terbesar sejak Oktober. Secara year-to-date, arus modal keluar di pasar SBN tercatat sebesar US$151,5 juta, dan di pasar saham tercatat sebesar US$408,5 juta.
Dengan kondisi sentimen yang belum kondusif, agaknya rupiah hari ini akan mengalami tekanan lanjutan, mengingat dampak dari perang Timur Tengah. Sejak awal tahun rupiah telah melemah sebesar 1,15% dan menempati posisi ketiga terlemah di pasar mata uang Asia, setelah rupee India (2,47%) dan won Korea Selatan (1,59%).
(dsp/aji)
No more pages


























