Impor Migas dari AS Saat Harga Naik, Bahlil Yakin RI Tetap Untung
Azura Yumna Ramadani Purnama
05 March 2026 09:00

Bloomberg Technoz, Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meyakini Indonesia bakal tetap diuntungkan meski mengalihkan impor minyak dan gas (migas) ke Amerika Serikat (AS) ketika harga komoditas energi terus menanjak akibat sentimen konflik Timur Tengah.
Terlebih, realokasi tersebut dilakukan untuk memenuhi kesepakatan dagang hasil negosiasi tarif resiprokal dengan pemerintahan Presiden Donald Trump.
Bahlil tidak khawatir volume migas impor yang didapatkan Indonesia akan menciut gegara harga komoditas sedang tinggi, sedangkan kesepakatan yang telah diteken baru berupa nominal pembelian senilai US$15 miliar atau sekitar Rp253 triliun.
Bahlil menyatakan pembelian komoditas migas dari AS bakal tetap mengacu pada harga pasar. Namun, dia yakin PT Pertamina (Persero) dapat melakukan negosiasi secara baik dengan perusahaan AS sehingga impor yang dilakukan tetap menguntungkan.
“Harga itu kan harga pasar. Udah pasti sebelum dilakukan transaksi ada negosiasi. Saya yakin teman-teman di Pertamina maupun di kami [Kementerian ESDM] di internal, kami punya kemampuan lah untuk melakukan negosiasi dengan mencari harga yang lebih baik ya,” kata Bahlil kepada awak media di Kantor Kementerian ESDM, Rabu (4/3/2026) malam.



























