Menurut dia, penyesuaian tersebut juga ditujukan untuk membantu ruas-ruas yang sebelumnya dilayani KM Umsini serta memperkuat pelabuhan embarkasi yang padat penumpang. Pada Lebaran tahun ini, Pelni melakukan re-route terhadap 21 kapal, meningkat dibandingkan 19 kapal pada periode yang sama tahun lalu.
“Karena kapal ini jumlahnya terbatas, sehingga kami harus melakukan satu strategi untuk mengakomodir demand dari masyarakat ini,” ujarnya
Meski terjadi perubahan pola operasi, dia menegaskan tidak ada kenaikan harga tiket akibat penyesuaian rute maupun penambahan frekuensi.
“Nggak, nggak pernah,” tegasnya saat ditanya soal potensi pengaruh terhadap tarif
KM Umsini merupakan salah satu kapal penumpang yang akan digantikan melalui program pengadaan kapal baru lewat penyuntikan penyertaan modal negara (PMN) pada 2024 dan 2025 yang mencapai Rp4 triliun. Anda menyebut kapal tersebut menjadi salah kapal tertua yang dimiliki perusahaan dengan usia telah mencapai 42 tahun. Kapal tersebut memiliki kapasitas sekitar 1.700 hingga 1882 penumpang.
Pada Juni 2024, kapal tersebut mengalami insiden kebakaran di Pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar, saat akan melanjutkan perjalanan ke Surabaya, dan masih menjalani perbaikan hingga saat ini.
(ain)





























