Logo Bloomberg Technoz

Apalagi Indonesia tercatat menjadi salah negara pengimpor minyak mentah dan mengandalkan 25% pasokannya dari Timur Tengah yang sedang berkonflik. 

Imported inflation ini berisiko merembet ke berbagai sektor: mulai dari transportasi, logistik, hingga harga pangan. Dalam konteks ini, tekanan rupiah bisa menjadi lingkaran  yang dapat memperburuk keadaan, pelemahan kurs meningkatkan biaya impor, sementara kenaikan biaya impor akan semakin memperbesar tekanan inflasi.

Pasar Surat Utang Tertekan

Dari pasar Surat Berharga Negara (SBN), aksi jual masih intens terjadi dan menyebabkan kenaikan yield di hampir semua tenor. Tenor 1Y mengalami kenaikan 1,3 basis poin (bps) ke 5,22%, tenor 4Y naik 2 bps ke 5,9%, kemudian tenor 2Y juga naik 0,8 bps menjadi 5,22%. 

Kenaikan berlanjut pada tenor 6Y-10Y yang berada di rentang 6,1% hingga 6,55%. Sementara itu, tenor panjang cenderung lebih stabil dengan kenaikan terbatas. Imbal hasil tenor 15Y berada di 6,56% sementara tenor 20Y naik menjadi 6,67%. 

Kondisi ini mengindikasikan adanya premi risiko jangka panjang yang masih tinggi di pasar domestik. Kenaikan yang terjadi di semua tenor pendek bahwa investor saat ini terbang meninggalkan aset-aset berisiko seperti di pasar Indonesia lantaran ketidakstabilan geopolitik. 

Mengacu data Bloomberg per 27 Februari lalu, secara mingguan (week-to-date) investor asing telah keluar dari aset obligasi dalam negeri sebanyak US$228,4 juta.

(dsp/aji)

No more pages