Rupiah Capai Rp17.925/US$, BI Soroti Sinergi Pemangku Kepentingan
Mis Fransiska Dewi
03 June 2026 14:17

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia (BI) merespons nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang melemah 0,49% ke Rp17.925/US$ dalam sesi perdagangan Rabu (3/6/2026) siang pukul 11:30 WIB. Rupiah melanjutkan tren pelemahan sejak bulan lalu dan kembali mencatatkan posisi terendahnya sepanjang sejarah.
Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengatakan, BI memandang stabilitas nilai tukar rupiah memerlukan sinergi seluruh pemangku kepentingan. Untuk itu, BI terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perbankan, dunia usaha, dan pelaku pasar.
“Guna memastikan bekerjanya mekanisme pasar secara baik serta memperkuat ketahanan eksternal perekonomian nasional,” kata Denny dalam keterangan resmi, Rabu (3/6/2026).
BI, kata Denny, akan terus mencermati perkembangan pasar keuangan global dan domestik serta senantiasa hadir di pasar dengan mengambil langkah-langkah yang diperlukan secara konsisten dan terukur guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan memperkuat ketahanan eksternal.
“Bank Indonesia terus berada di pasar dengan mengoptimalkan seluruh instrumen kebijakan yang dimiliki untuk memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik dan menjaga kecukupan likuiditas valas guna turut mendukung stabilitas pasar keuangan,” jelas dia.


























