Iqbal berharap perwakilan massa dapat diterima langsung oleh Menteri atau Wakil Menteri Ketenagakerjaan di lokasi. Isu utama yang disorot dalam aksi tersebut adalah pembayaran THR yang hingga mendekati H-17 Lebaran disebut belum dibayarkan di banyak perusahaan.
Serikat buruh sebelumnya juga sempat mengusulkan agar THR dibayarkan H-21 sebelum Lebaran. Buruh, kata dia, juga mendesak agar THR tidak dikenakan pajak karena dinilai memberatkan pekerja.
“THR itu habis untuk ongkos mudik, beli kebutuhan Lebaran. Kenapa masih dikenakan pajak? Karena digabung dengan upah, jadi kena progresif dan besar sekali,” tutur dia.
Ia menyinggung sejumlah kasus perusahaan yang disebut tidak membayarkan THR, dan mempertanyakan penegakan sanksi yang dinilai masih tumpul.
“THR ini seolah hanya proyek pencitraan. Sebutkan satu saja perusahaan yang dihukum karena tidak membayar THR? Tidak ada."
Tolak Impor 105.000 Pikap
Selain isu THR, buruh juga menolak kebijakan impor 105.000 unit mobil pikap dari India yang dinilai berpotensi menghilangkan peluang kerja lebih dari 10.000 orang.
Iqbal menyebut sejumlah produsen otomotif memiliki basis produksi di Indonesia, seperti Hino di Purwakarta dan Suzuki Carry di Tambun.
“Kalau 105.000 unit itu diproduksi di dalam negeri, maka bisa menyerap tenaga kerja baru dan memperpanjang kontrak buruh yang ada. Tapi dengan impor, peluang itu hilang. Ujungnya PHK, terutama bagi buruh kontrak di pabrikan otomotif,” tegasnya.
Menurutnya, meski produk impor bisa saja lebih murah, kebijakan tersebut tidak berpihak pada tenaga kerja dalam negeri. “Lebih mahal sedikit tapi menyerap tenaga kerja, itu lebih berpihak pada rakyat,” ujarnya.
Dalam aksi tersebut, FSPMI dan Partai Buruh juga akan mengangkat isu penghapusan outsourcing, percepatan pembahasan RUU Ketenagakerjaan dan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT).
Tuntutan juga menyasar kepada seruan menghentikan perang Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang dinilai berdampak pada stabilitas ekonomi dan ancaman PHK.
"Perang itu pasti berujung PHK besar-besaran,” kata dia. "Kami akan meminta PBB mengambil langkah preventif, memaksa Amerika dan Israel menghentikan perang."
(ain)





























