Bursa Saham Eropa Anjlok, Terseret Eskalasi Konflik Timur Tengah
News
03 March 2026 17:42

Nick Heubeck - Bloomberg News
Bloomberg, Bursa saham Eropa mencatat penurunan dua hari terbesar sejak April lalu. Pelemahan ini dipicu oleh intensitas konflik di Timur Tengah yang terus meningkat dan melambungkan harga energi dunia.
Indeks Stoxx Europe 600 memperlebar koreksinya hingga 2,9% pada pukul 09.45 waktu London. Aksi jual terjadi secara luas di seluruh sektor industri. Sementara itu, indeks blue-chip Euro Stoxx 50 dilaporkan merosot sebesar 3,1%.
Sektor perbankan menjadi salah satu beban utama pasar. Saham-saham raksasa seperti HSBC Holdings Plc, Banco Santander SA, dan UniCredit SpA semuanya tumbang lebih dari 3%. Meski demikian, analis dari JPMorgan Chase & Co menilai aksi jual di sektor ini mungkin sudah berlebihan, mengingat dampak langsung eskalasi di Timur Tengah terhadap pendapatan bank investasi global sejauh ini masih terbatas.
Di sisi lain, sektor energi justru tampil lebih kuat. Harga minyak dunia yang terus menanjak dan lonjakan harga gas alam Eropa hingga 34%—menyusul penutupan pabrik ekspor LNG di Qatar—menjadi pendorong utama. Saham-saham seperti Equinor ASA dan BP Plc tercatat sebagai pemimpin penguatan di tengah rontoknya indeks.




























