Logo Bloomberg Technoz

IHSG Berpeluang Lanjut Menguat, Ditopang Sentimen Inflasi & PMI

Cahya Puteri Abdi Rabbi
03 June 2026 08:00

Karyawan memfoto layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (22/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan memfoto layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (22/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan melanjutkan penguatan pada perdagangan Rabu (3/6/2026), setelah ditutup naik 1,11% ke level 6.195 pada perdagangan kemarin (2/6/2026). Penguatan indeks ditopang oleh perbaikan indikator teknikal serta sejumlah data ekonomi domestik yang dianggap menunjukkan ketahanan aktivitas ekonomi.

Secara teknikal, IHSG masih berada dalam tren positif setelah mampu bertahan di atas level rata-rata pergerakan lima hari (MA5). Selain itu, histogram negatif MACD terus menyempit, sementara Stochastic RSI bergerak menuju area pivot.

"Dengan kondisi tersebut, IHSG diperkirakan berpotensi melanjutkan penguatan dengan menguji level 6.220 hingga 6.280," tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya pada Rabu (3/6/2026).


Dari sisi makroekonomi, inflasi tahunan Indonesia pada Mei 2026 tercatat sebesar 3,08% secara tahunan (YoY), meningkat dari 2,42% pada April 2026. Kenaikan inflasi terutama didorong oleh kelompok makanan yang mencatat inflasi 4,94% YoY, lebih tinggi dibandingkan 3,06% pada bulan sebelumnya.

Sementara itu, inflasi inti juga meningkat menjadi 2,59% YoY dari 2,44% YoY. Kendati demikian, tingkat inflasi masih berada dalam rentang sasaran Bank Indonesia sebesar 1,5%-3,5%.