Aset Asuransi Tembus Rp1.214 Triliun Januari 2026, Melonjak 5,9%
Redaksi
03 March 2026 16:50

Bloomberg Technoz, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan total aset industri asuransi pada Januari 2026 mencapai Rp1.214,87 triliun atau tumbuh 5,96% secara tahunan (year-on-year/yoy).
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono mengatakan untuk asuransi nonkomersial yang terdiri dari BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, serta program asuransi ASN, TNI, dan Polri untuk jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian, total aset tercatat sebesar Rp219,67 triliun atau terkontraksi 0,42% yoy.
"Dari sisi asuransi komersil, total aset mencapai Rp995,19 atau naik sebesar 7,48% yoy. Adapun kinerja asuransi komersil berupa akumulasi pendapatan premi pada periode Januari 2026 mencapai Rp36,38 atau tumbuh sebesar 4,67% yoy," kata Ogi dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan OJK edisi Februari 2026, Selasa (3/3/2026).
Rinciannya, premi asuransi jiwa masih terkontraksi 6,15% yoy menjadi Rp17,97 triliun. Sebaliknya, premi asuransi umum dan reasuransi tumbuh 17,92% yoy menjadi Rp18,42 triliun.
Dari sisi permodalan, industri asuransi jiwa dan asuransi umum serta reasuransi mencatatkan rasio risk based capital (RBC) masing-masing sebesar 478,06% dan 323,47%. Angka tersebut masih jauh di atas ambang batas minimal yang ditetapkan sebesar 120%.




























