Logo Bloomberg Technoz

Ekonomi RI Berpotensi Terpukul Kenaikan Harga Minyak Global

Redaksi
03 March 2026 03:40

Para pedagang kripto berada dalam keadaan cemas karena harga minyak memberikan sinyal risiko. (Bloomberg)
Para pedagang kripto berada dalam keadaan cemas karena harga minyak memberikan sinyal risiko. (Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Perang yang berkecamuk di Timur Tengah mau tak mau membawa dampak perekonomian bagi Indonesia. Perang antara Iran dan juga Amerika Serikat tesebut membuat selat Hormuz, yang menjadi sentral perdagangan minyak di dunia tertutup.

Para ekonom menyebut bahwa jika perang tak kunjung usai, harga minyak dunia akan naik, karena 20% lebih distribusi minyak dunia melalui Selat Hormuz, pada akhirnya harga minyak akan terus meroket, padahal BBM punya kontribusi besar terhadap biaya produksi.

“Kontribusi biaya Bahan Bakar Minyak (BBM) terhadap biaya produksi sangat signifikan, terutama di sektor logistik, transportasi, dan industri manufaktur, di mana kenaikan harga BBM dapat langsung meningkatkan biaya operasional.” kata YB Suhartoko, Dosen Ekonomi Terapan Unika Atma Jaya kepada Bloomberg Technoz, Senin (2/3/2026)


Menurut Suhartoko Peningkatan ini berdampak domino pada kenaikan harga jual barang jadi, peningkatan biaya overhead pabrik, dan potensi penurunan produksi.

“Kalau meluas perang regional timur tengah dampaknya lebih besar lagi, pasti daya beli turun.” lanjutnya.