Logo Bloomberg Technoz

Kemenkeu Klaim APBN Bisa Tahan Potensi Lonjakan Harga Minyak

Redaksi
02 March 2026 17:30

Juda agung jadi Wamenkeu, (5/2/2026). (Bloomberg Technoz/Sultan Ibnu)
Juda agung jadi Wamenkeu, (5/2/2026). (Bloomberg Technoz/Sultan Ibnu)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) percaya diri jika Struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dinilai masih cukup tangguh dalam meredam potensi guncangan eksternal, termasuk risiko lonjakan harga minyak akibat meningkatnya ketegangan geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat.

Wakil Menteri Keuangan, Juda Agung mengatakan desain fiskal Indonesia sejak awal disusun dengan prinsip kehati-hatian dan fleksibilitas sehingga memiliki bantalan saat terjadi guncangan global termasuk potensi kenaikan harga minyak.

“Fleksibel artinya termasuk kalau terjadi shock-shock. Sebelum terjadi shock-shock, maka ada cadangan fiskal yang dapat dilakukan untuk menahan.” kata Juda dalam CNN Indonesia Economic Forum, Senin (2/3/2026).


Selain ruang fiskal, pemerintah juga melakukan diversifikasi sumber pembiayaan guna menjaga ketahanan terhadap gejolak pasar keuangan global. Ketergantungan pada pembiayaan berbasis dolar AS mulai dikurangi melalui penerbitan global bond dalam mata uang lain.

Ia mencontohkan pemerintah baru saja menerbitkan surat utang global senilai US$4,5 miliar dalam denominasi euro dan renminbi dengan biaya yang dinilai masih kompetitif, masing-masing sekitar 4%–5% untuk euro dan 2%–3% untuk renminbi.