Logo Bloomberg Technoz

Januari 2026, Surplus Neraca Dagang RI Menyempit Jadi US$950 Juta

Pramesti Regita Cindy
02 March 2026 11:37

Ekspor impor. (Dok: Bloomberg)
Ekspor impor. (Dok: Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan barang Indonesia tercatat mengalami surplus US$950 juta pada Januari 2026. Artinya, ini merupakan surplus 69 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.

Kendati demikian, nilai surplus jauh lebih sempit dibanding posisi surplus neraca perdagangan pada Desember 2025 yang mencapai US$2,51 miliar.

Deputi Bidang Statistik Sosial BPS Ateng Hartono menjelaskan, pada Januari 2026, neraca perdagangan terutama ditopang oleh surplus pada komoditas nonmigas, yakni sebesar US$3,22 miliar.


"Beberapa komoditas penyumbang surplus yakni, lemak dan minyak hewani/nabati, bahan bakar mineral, serta besi dan baja," ujar Ateng dalam konferensi pers, Senin (2/3/2026). 

Pada saat yang sama, neraca perdagangan komoditas migas tercatat defisit US$2,27 miliar, dengan komoditas penyumbang defisit adalah minyak mentah dan hasil minyak, serta gas.