Sebelumnya, konsensus Bloomberg yang melibatkan sejumlah analis/ekonom memperkirakan median proyeksi pertumbuhan ekspor pada Januari 2026 berada di level 11,9%, dengan pertumbuhan impor melesat ke level 20%.
Dengan proyeksi ekspor dan impor tersebut, surplus berpotensi menyempit dibanding bulan-bulan sebelumnya, terutama jika harga komoditas tidak melonjak signifikan.
Namun, meskipun impor diproyeksikan melonjak lebih cepat daripada ekspor, surplus neraca perdagangan RI diperkirakan bertahan relatif solid sebesar US$2,8 miliar. Proyeksi ini naik dari capaian sebelumnya US$2,51 miliar.
(lav)
No more pages



























