Logo Bloomberg Technoz

Pada Maret 2013, Hanung bertemu kembali dengan Irawan Prakoso. Dalam pertemuan tersebut, Irawan menginformasikan adanya fasilitas terminal BBM milik Oiltanking Merak yang akan dijual. Nantinya, PT Tangki Merak akan mengambil alih dan menawarkan tangki BBM tersebut untuk dikerjasamakan kepada PT Pertamina.

Setelah itu, Irawan juga menyampaikan kepada Hanung bahwa rencana pembelian tangki timbun milik Oiltanking Merak yang akan disewakan kepada PT Pertamina adalah pesanan Mohamad Riza Chalid dengan menyampaikan, 'Ini pesannya Bos'.

Selanjutnya, surat permohonan kerja sama diajukan oleh Direktur Utama PT Tangki Merak Gading Ramadhan Joedo dengan tembusan Galaila Karen Agustiawan selaku Direktur Utama PT Pertamina saat itu pada 24 Mei 2013. Surat itu berisi penawaran terminal yang menjelaskan bahwa PT Tangki Merak sedang dalam proses mengakuisisi terminal tangki timbun minyak di daerah Jawa bagian barat.

Masih pada 2013, Hanung mengadakan pertemuan dengan Irawan dan Alfian Nasution yang kala itu menjabat sebagai VP Supply dan Distribusi PT Pertamina (Persero) di ruang kerja kantor PT Pertamina.

Dalam pertemuan tersebut, Irawan menyampaikan pesan teguran dari Riza Chalid yang menyampaikan 'Kok proses penyewaan terminal tangki timbun Merak lama?' dan saat itu Alfian Nasution menjawab hal tersebut karena pihak PT Pertamina masih menunggu proses dari Pranata UI.

"Kemudian, Hanung Budya Yuktyanta menyampaikan memorandum nomor 159 perihal usulan bisnis model kerja sama penempatan terminal di mana Pertamina menetapkan melakukan kerja sama dengan mitra yang bersedia untuk melakukan investasi," ujarnya.

"Menindaklanjuti persetujuan Dirut, Hanung memberikan disposisi kepada VP Strategic sebagai pedoman untuk pembangunan infrastruktur khususnya kilang PT Terminal BBM. Atas memorandum tersebut Hanung memberi disposisi agar dilakukan akuisisi karena terminal BBM tersebut masih milik Oiltanking padahal belum ada kebutuhan mendesak."

Hanung kemudian mengusulkan rencana penyewaan BBM dalam RJPP PT Pertamina 2012-2016. Hal ini diusulkan dengan program peningkatan kapasitas penyimpanan dan program fasilitas terminal BBM dengan tujuan seolah-olah untuk mencapai sasaran mempertahankan pasar domestik strategis.

Hasil diskusi terus dilakukan antara Pertamina dengan kubu Kerry. Padahal, saat itu hasil kajian menunjukkan PT Tangki Merak belum memiliki pengalaman penyimpanan tangki BBM dan belum memiliki aset karena belum selesai mengakuisisi PT Oiltanking Merak.

Meski demikian, atas permintaan desakan dari Riza Chalid   melalui Irawan, pihak Pertamina menyetujui. Hanung kembali menyampaikan memorandum terkait rencana penyewaan timbul kepada Dirut Pertamina saat itu Galaila Karen Agustiawan. Dalam memorandum tersebut dicantumkan alasan sebagai dasar pembenaran perlunya penambahan tangki BBM. Pembenaran tersebut tertulis dengan kalimat 'Pertamina hanya mampu menampung stok maksimum 8 sampai 20 hari, kondisi ini terus mengalami penurunan seiring dengan tingginya pertumbuhan permintaan bahan bakar minyak (BBM) Premium dalam tiga tahun yang mencapai 11% dan memprediksi peningkatan beberapa tahun ke depan kurang lebih 2 sampai 7% dan apabila tidak segera dilakukan penambahan dalam jumlah yang signifikan dikhawatirkan akan berpotensi terganggunya security of supply premium nasional 70% yang berasal dari impor'.

Padahal, PT Pertamina memiliki sejumlah terminal BBM yang masih bisa dimaksimalkan antara lain TBBM Tanjung Gerem, TBBM Panjang, TBBM Tanjung Wangi, Terminal BBM Makassar, Terminal BBM Wayame, Terminal BBM Semarang, TBBM Jakarta, Terminal Balongan, Terminal BBM Tuban.

Namun, Hanung menambahkan sejumlah alasan seperti lokasi yang strategis di Pulau Jawa hingga kapasitas tangki. Atas permintaan Hanung, Direktur Utama Pertamina saat itu menyetujui tanpa arahan apakah dengan penunjukan langsung atau melalui pelelangan.

Kepemilikan Saham

Dalam pengadaan sewa terminal bahan bakar minyak, PT Orbit Terminal Merak didirikan. Berdasarkan akta notaris Ahmad, kepemilikan sahamnya adalah PT Tangki Merak sebesar 90%, Oto Strike sebanyak 10 saham.

PT Tangki Merak merupakan perseroan terbatas yang bergerak di bidang perdagangan pelumas dan terminal tangki timbun Bahan Bakar Minyak. Kepemilikan sahamnya terdiri dari 70% milik PT Mahameru Kencana Abadi dan 30% milik PT Sukoporo Nusa sebanyak 30%. Sementara, komposisi kepemilikan saham PT Mahameru Kencana Abadi adalah Muhammad Kerry Adrianto Riza sebanyak 99% dan Mohamad Riza Chalid sebanyak 1%. Pada 2014, PT Oiltanking Merak diakuisisi oleh PT Tangki Merak sehingga perusahaan berubah nama menjadi PT Orbit Terminal Merak.

(dov/del)

No more pages