Logo Bloomberg Technoz

ESDM Upayakan Panel Surya Asli RI Bebas dari Tarif Antisubsidi AS

Azura Yumna Ramadani Purnama
27 February 2026 16:10

Ilustrasi panel surya terpasang. (Bloomberg)
Ilustrasi panel surya terpasang. (Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan mengupayakan agar panel surya yang benar-benar diproduksi di Tanah Air bisa terbebas dari bea masuk antisubsidi atau countervailing duties (CVD) yang dikenakan oleh Amerika Serikat (AS) sebesar 86% hingga 143,3%.

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung akan mengupayakan agar tidak seluruh produk panel surya Indonesia terkena tarif antisubsidi, utamanya yang benar-benar diproduksi di Indonesia.

Yuliot mengungkapkan bakal berupaya agar hanya panel surya yang tidak sepenuhnya diproduksi di Indonesia atau yang dilakukan proses pabelan ulang (transhipment), yang dikenakan tarif.


“Saya juga sudah melakukan pengecekan untuk yang kena tarif yang tidak sesuai dengan ART. Ya ternyata itu hanya transhipment itu labeling di Indonesia. Jadi nanti untuk setiap industri solar panel, nanti Dirjen EBTKE akan meneliti kembali. Jadi mana yang labeling, yang prinsipnya transhipment, dan juga mana yang full manufacturing dalam negeri,” kata Yuliot di Kementerian ESDM, Jumat (27/2/2026).

“Itu [yang asli diproduksi di dalam negeri] justru ini kita perjuangkan sesuai dengan tarif yang diatur di dalam ART. Ya kalau memang 15%, ya maksimal 15%. Jangan lebih dari 15%,” tegas Yuliot.

Perusahaan China mendominasi pabrikan panel surya di Indonesia. (Bloomberg)