AS-Iran Nego Draf Damai Saat Israel Perluas Serangan Lebanon
News
01 June 2026 07:15

Wendy Benjaminson, Dana Khraiche dan Galit Altstein - Bloomberg News
Bloomberg, Amerika Serikat (AS) dan Iran dilaporkan saling mengirim pesan sepanjang akhir pekan guna mengajukan perubahan pada draf kesepakatan perpanjangan gencatan senjata dan pembukaan Selat Hormuz. Namun, hingga saat ini belum dapat dipastikan apakah kedua belah pihak mencapai kemajuan yang signifikan dalam diplomasi tersebut.
Di tengah bergulirnya proses diplomasi, Israel justru memperluas serangan daratnya di Lebanon. Langkah tersebut menghancurkan gencatan senjata yang sempat berjalan dengan negara tetangganya di bagian utara itu.
Presiden AS Donald Trump belum memberikan pernyataan baru mengenai isu Iran sejak pertemuan di Situation Room Gedung Putih pada hari Jumat (29/5). Dalam pertemuan itu, Trump menyatakan harapannya untuk segera mengumumkan sebuah kesepakatan. Melalui unggahan di media sosial pada hari yang sama, Trump kembali menegaskan tuntutannya, termasuk agar Iran menghentikan program nuklir dan memulihkan status Selat Hormuz sebagai jalur perairan internasional yang bebas.
Sementara itu, kantor berita semi-pemerintah Iran, Tasnim, yang memiliki hubungan dekat dengan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), melaporkan pada hari Minggu (31/5) bahwa kedua belah pihak masih terus mengajukan amendemen. Namun, Tasnim mencatat adanya risiko kedua negara pada akhirnya menolak perubahan tersebut sehingga draf kesepakatan bisa batal.




























