Logo Bloomberg Technoz

Selain itu, otoritas kepolisian setempat juga sudah melakukan inspeksi dan verifikasi terhadap lokasi terjadinya kebakaran. Manajemen mengklaim area tersebut telah dinyatakan aman tanpa bahaya yang tersisa.

“Kami dengan tulus meminta maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan oleh insiden ini. Kami akan menerapkan prosedur operasional yang lebih ketat untuk mencegah kejadian serupa pada masa depan,” tegas Huafei.

“Kami ingin mengucapkan terima kasih yang tulus atas kepedulian yang ditunjukkan oleh masyarakat dan semua pemangku kepentingan,” lanjut manajemen.

Sebelumnya, IWIP mengonfirmasi terdapat insiden kebakaran di salah satu area operasional PT Huafei Nickel Cobalt yang berlokasi di kawasan industri IWIP.

Perwakilan manajemen IWIP mengungkapkan kebakaran tersebut terjadi pada Rabu (25/2/2026) sekitar pukul 19.30 waktu Indonesia timur (WIT). Tak lama setelah itu, tim tanggap darurat IWIP segera melakukan pengamanan dan pemadaman awal.

Unit pemadam kebakaran kemudian tiba di lokasi dan berhasil memadamkan api sekitar 30 menit setelah insiden terjadi.

IWIP mengungkapkan seluruh karyawan, mitra kerja, dan masyarakat sekitar dalam kondisi aman dan tidak ada korban jiwa akibat insiden kebakaran tersebut.

“Tim tanggap darurat IWIP segera melakukan pengamanan area guna memastikan situasi tidak meluas, termasuk melakukan evakuasi personel di area terdampak. Upaya pemadaman awal dilakukan oleh tim operasional di lokasi sesuai prosedur keselamatan dan tanggap darurat yang berlaku,” kata perwakilan manajemen IWIP kepada Bloomberg Technoz, Kamis (26/2/2026).

Lebih lanjut, IWIP mengungkapkan insiden tersebut tidak memengaruhi kegiatan operasional perusahaan secara keseluruhan dan seluruh aktivitas operasional berjalan normal.

Manajemen menambahkan IWIP tengah melakukan proses investigasi lebih lanjut untuk mengetahui penyebab kejadian secara menyeluruh.

“Keselamatan karyawan, mitra kerja, serta masyarakat sekitar merupakan prioritas utama IWIP. Informasi lanjutan akan disampaikan secara resmi setelah hasil verifikasi diperoleh,” tegas manajemen IWIP.

Penyimpanan kapur smelter Huafei di IWIP diduga kebakaran pada Rabu (25/2/2026) malam. (Tangkapan Layar via Facebook IWIP BERSATU)


Sekadar informasi, kebakaran diduga terjadi di fasilitas penyimpanan kapur smelter hidrometalurgi berbasis high pressure acid leach (HPAL) milik PT Huafei Nickel Cobalt yang berlokasi di kawasan PT IWIP, Halmahera Tengah, Maluku Utara.

Berdasarkan berbagai video yang diunggah dan ramai beredar di media sosial, terlihat gedung yang diduga fasilitas penyimpanan kapur itu mengalami kebakaran. Kobaran api berwarna merah terlihat menyala terang melahap sejumlah bagian gedung itu.

Peristiwa tersebut diduga terjadi pada Rabu (25/2/2026) malam dan belum diketahui apakah ada korban atau tidak gegara insiden tersebut.

Dalam video yang berbeda, warga di sekitar kawasan IWIP turut melaporkan adanya bunyi ledakan yang berasal dari lokasi Huafei.

Terlihat kepulan asap tebal berwarna putih diduga muncul dari fasilitas penyimpanan kapur milik Huafei tersebut.

Sekadar catatan, Huayou merupakan pemegang saham pengendali Huafei dengan porsi kepemilikan 51%. Kemudian, Eve Battery menggenggam saham Huafei sebesar 17%, Glaucous Internasional sebesar 30%, dan Lindo Investment sebesar 2%.

Huafei Nickel Cobalt dilaporkan memiliki kapasitas produksi sebesar 120.000 ton mixed hydroxide precipitate (MHP) per tahun.

(azr/wdh)

No more pages