Surat Utang Indonesia Laris Manis, Bunga Turun
Tim Riset Bloomberg Technoz
26 February 2026 10:50

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pasar Surat Utang Negara (SUN) mengalami aksi beli dalam perdagangan hari ini, Kamis (26/2/2026), di tengah penguatan rupiah yang tersulut oleh lesunya indeks dolar Amerika Serikat (AS).
Berdasarkan data perdagangan terakhir, hanya yield tenor 1Y naik 1,8 bps ke level 5,07%. Selebihnya, hampir seluruh tenor lain mencatat penurunan.
Tenor 2Y turun 0,4 bps ke 5,098%, dan 3Y turun tipis 0,1 bps ke 5,404%. Di segmen menengah, yield 4Y turun 0,6 bps ke 5,740%, 5Y melemah 0,6 bps ke 5,764%, dan 6Y turun 0,4 bps ke 6,022%.
Tren beli semakin terlihat pada tenor 7Y dan 8Y yang masing-masing turun 0,6 bps ke 6,266% dan 6,378%.
Tenor 9Y dan 10Y, yang kerap menjadi acuan pasar, turun masing-masing 0,6 bps dan 0,7 bps ke 6,430% dan 6,424%. Bahkan di tenor panjang, penguatan harga obligasi tetap konsisten. Yield 11Y turun 0,1 bps ke 6,382%, 12Y turun 0,1 bps ke 6,589%, dan 13Y turun 1,6 bps ke 6,622%.
Pada tenor super panjang, 15Y turun 0,6 bps ke 6,597%, 16Y turun 1,5 bps ke 6,650%, 18Y turun 1,0 bps ke 6,704%, 20Y turun 0,5 bps ke 6,656%, 30Y turun 0,1 bps ke 6,755%, dan 40Y turun 0,2 bps ke 6,775%.
Di pasar obligasi, penuruna yield menandakan harga sedang naik karena tingginya permintaan.
Penurunan yield terjadi hampir merata dari tenor menengah hingga panjang, mencerminkan meningkatnya minat investor pada aset berisiko emerging market, termasuk Indonesia.
Secara regional, sentimen Asia memang sedang kondusif. Pelemahan dolar AS pasca pidato kenegaraan Presiden AS dan ekspektasi bahwa tekanan kebijakan moneter The Fed mulai mereda mendorong arus modal kembali ke emerging Asia. Mata uang regional seperti won Korea Selatan, baht Thailand, dan ringgit Malaysia turut menguat, memperkuat risk appetite terhadap aset obligasi kawasan.
Di saat dolar AS melemah, tekanan imbal hasil US Treasury cenderung stabil atau turun, sehingga selisih yield (yield spread) antara SUN dan US Treasury tetap menarik. Dalam konteks ini, yield SUN 10Y di kisaran 6,42% masih menawarkan premi yang kompetitif dibanding obligasi pemerintah negara maju.



























