Logo Bloomberg Technoz

Bidik Rp36 Triliun, Bisakah Lelang SUN Terserap Optimal?

Tim Riset Bloomberg Technoz
26 May 2026 08:51

Ilustrasi Pasar Obligasi (Diolah)
Ilustrasi Pasar Obligasi (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Lelang Surat Utang Negara (SUN) akan berlangsung hari ini, Selasa (26/5/2026), di tengah pergerakan rupiah yang terus melemah dan pasar obligasi yang belum sepenuhnya pulih dari tekanan eksternal. 

Mengacu pada data lelang yang dirilis Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, pemerintah menargetkan dapat mengantongi pembiayaan Rp36 triliun, dengan target maksimal 150% dari target indikatif. 

Di atas kertas, pemerintah tampaknya cukup yakini dengan target indikatif tersebut. Namun, mengingat kondisi rupiah cenderung melemah dan tekanan eksternal belum juga reda, kemungkinan pasar belum cukup kondusif untuk menyerap pasokan besar tanpa kenaikan imbal hasil yang lebih tinggi. 


Sinyal kehati-hatian investor sebenarnya sudah muncul pada lelang sebelumnya pada 12 Mei lalu. Total penawaran tercatat turun menjadi Rp51,39 triliun dari lelang sebelumnya 28 April yang sebesar Rp74,95 triliun. Alhasil, penyerapan pemerintah juga ikut turun menjadi Rp30,3 triliun, dari sebelumnya Rp40 triliun. 

Pada lelang sebelumnya, investor tetap masuk namun dengan meminta kompensasi imbal hasil lebih tinggi untuk menanggung risiko akan volatilitas global, tekanan fiskal domestik, serta adanya ketidakpastian arah suku bunga dunia. Hal ini terlihat dari imbal hasil yang dimenangkan pemerintah pada seri-seri panjang yang sudah mendekati dan menembus 6,8-6,9%.