Dolar Merana, Rupiah dan Mata Uang Asia 'Berpesta'
Tim Riset Bloomberg Technoz
25 February 2026 15:21

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menutup hari di zona hijau. Penguatan rupiah disokong oleh kelesuan mata uang Negeri Adidaya.
Dalam penutupan perdagangan pasar spot hari ini, Rabu (25/2/2026), rupiah menguat 0,23% di Rp16.785/US$. Rupiah berhasil membalikkan keadaan setelah pagi tadi dibuka melemah di Rp16.844/US$.
Laju penguatan dolar AS tertahan setelah pidato kenegaraan Presiden Donald Trump yang membuat pelaku pasar malah semakin berhati-hati. Sebab, Trump justru tidak menjawab permasalahan domestik yang menjadi perhatian utama pelaku pasar seperti kondisi fiskal, dan hubungannya dengan otoritas moneter yang sempat memburuk.
Indeks dolar AS menyusut 0,16% ke 97,68 dan membawa penguatan terhadap mata uang Asia lainnya. Penguatan di pasar mata uang Asia dipimpin oleh won Korea Selatan, dan disusul oleh peso Filipina dan dolar Taiwan. Sementara, hanya rupee India yang melemah tipis hari ini.
Namun, secara makro kondisi Indonesia saat ini belum sepenuhnya berada dalam posisi yang aman untuk menyambut tren pelemahan dolar secara berkelanjutan. Sejumlah indikator fundamental justru menunjukkan bahwa penguatan rupiah lebih banyak ditopang oleh sentimen eksternal ketimbang perbaikan struktural dari dalam negeri.





























