Terseret Dugaan Pelanggaran Ekspor, Grup Wilmar Terkapar
Redaksi
28 May 2026 12:00

Bloomberg, Wilmar International Ltd. mengalami penurunan terbesar dalam hampir enam tahun terakhir setelah pemerintah Indonesia menyebut raksasa minyak sawit tersebut sebagai salah satu perusahaan yang sedang diselidiki atas dugaan pelanggaran ekspor.
Saham yang diperdagangkan di Singapura merosot hingga 11% pada hari Kamis, penurunan intraday terbesar sejak 2020, sebelum memangkas kerugian dan diperdagangkan pada harga S$3,45 per lembar pada pukul 09.45 waktu setempat.
Volume perdagangan saham perusahaan melonjak hingga sembilan kali lipat dari rata-rata 20 hari sebesar 78.988 saham.
Wilmar, pengolah minyak sawit terbesar di dunia yang memiliki perkebunan di Indonesia, dan Musim Mas Group, termasuk di antara 10 produsen minyak sawit yang diselidiki atas dugaan under-invoicing dan transfer pricing ekspor, kata Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Praktik-praktik tersebut termasuk di antara alasan yang disebutkan Presiden Prabowo Subianto pekan lalu saat ia mengatakan pemerintah akan mengambil kendali yang lebih besar atas ekspor komoditas melalui BUMN hasil bentukan baru.






























