Logo Bloomberg Technoz

Pidato Donald Trump Bikin Dolar Lesu, Rupiah Sukses Melaju

Tim Riset Bloomberg Technoz
25 February 2026 13:47

Karyawan merapihkan uang dolar AS dan rupiah di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Jumat (9/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan merapihkan uang dolar AS dan rupiah di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Jumat (9/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Siang ini, rupiah mendapat angin segar dari tergelincirnya dolar Amerika Serikat (AS) pasca pidato kenegaraan Presiden AS Donald Trump yang menuai kritik dari oposisi pemerintahannya. 

Dalam perdagangan pasar spot Rabu (25/2/2026), rupiah menguat 0,17% ke posisi Rp16.795/US$ pada pukul 13:15 WIB. Rupiah terkerek bersama mata uang Asia lainnya yang mayoritas berada di zona hijau. Hanya rupee India yang melemah sebesar 0,01%. 

Pergerakan mata uang Asia kompak menguat dalam perdagangan Rabu siang (25/2/2026). (Bloomberg).

Indeks dolar AS menyusut 0,17% ke 97,68 menyusul pidato kenegaraan Trump tadi siang waktu Indonesia dan malam waktu AS. Pidato kenegaraan itu memang sarat optimisme ekonomi akan tetapi justru memicu respons hati-hati dari pelaku pasar keuangan dan berkontribusi terhadap pelemahan dolar AS. 


Meski Trump menegaskan bahwa inflasi anjlok dan pendapatan naik, ia tidak menawarkan terobosan kebijakan baru untuk mengatasi persoalan biaya hidup yang masih membebani mayoritas rumah tangga AS. Bukannya menjelaskan agenda fiskal yang lebih disiplin, Trump malah menonjolkan pemotongan pajak, mempertahankan pendekatan tarif perdagangan, serta berjanji melanjutkan kebijakan ekonomi lewat berbagai kewenangan lain. 

Tekanan terhadap dolar AS juga muncul dari nada konfrontatif Trump, baik terhadap lawan politik domestik maupun mitra dagang global. Penegasan bahwa hampir semua negara ingin mempertahankan “kesepakatan yang sudah dibuat” serta sinyal keberlanjutan kebijakan tarif menimbulkan ketidakpastian arah perdagangan global.